Suatu hari, kita akan bisa mencintai dengan ringan, dengan utuh, dengan penuh, tanpa menyakiti orang lain, maupun diri sendiri. 

Saya mencintaimu2, namun semakin besar cinta kami berdua, lalu kami melihat banyak yang akan terluka.

Walaupun kami berharap cinta kami bisa bertahan sampai kami tua, tapi kami tidak se egois itu. Jadi kami memilih saling melepaskan...

Kita berharap cinta satu sama lain diantara kita sama besarnya, dan tidak berpihak. Apakah ada cinta yang sedemikian ketika ada orang lain diantara kita berdua?

Saat cinta bersemayam di dalam hati kami , kenyamanan merupakan satu hal yang membuat cinta kami sangat indah. Namun, ketika kenyamanan sudah dirasakan, lantas muncul rasa ingin yang lebih terhadap satu sama lain. Rasa ingin lebih inilah yang  menjadi awal perpisahan kami. Ada alasan-alasan tak ingin membuat  diri dan disekitar kami  terluka. Ingin pasangan lebih bahagia. Semua ini lantas malah membuat perpisahan kami  tak bisa dihindari.

Alasan-alasan  lain yang  timbul karena hati yang tulus mencintai, dan ego yang menguat ketika logika sudah mulai sejalan dengan nurani. Ini yang disebut konsekwensi logis, harus siap menerima konsekuensinya. Itu sering kali menjadi ayat hapalan kami. Akhirnya dibulan ketiga kami menemukan masa-masa suram, masa dimana kami harus rela melepaskan cinta kami dari genggaman, dan rela saling melepaskan.

Hati dan perasaan tak pernah bisa dipaksa. Jika memang tidak bahagia saat bersama untuk apa memaksakan diri. Meskipun terkesan klise, mencintai kadang tak harus memiliki. Karena toh kita tak punya kuasa untuk memaksa seseorang bahagia kalau hatinya sudah tak lagi ada pada kita.

Ada rasa sakit menahan rindumu2 atau melarang diri sendiri untuk terus memikirkanmu2 walau akhirnya sering  tak kuasa. Menghapus kenangan juga menjadi momen yang tak mudah untuk dijalani. Semua yang ada disekitarku sudah terkepung kenangan tentangmu2. Melepaskan seseorang memang tidak mudah. Merelakan seseorang untuk pergi memang sulit, namun memaksamu2 tetap tinggal pun tidak adil. Akhirnya aku percayalah setiap luka dan sedih pasti ada jalan keluarnya dan berdoa semoga pada akhirnya waktu akan menyembuhkan kami berdua.

I still feel the pain but i also  feel the love...

 

 

 

Jatuh cinta adalah perasaan terbaik di dunia ini. Saya sudah berada dititik perjalanan bahwa cinta itu sangat indah dan juga sangat  menyakitkan. Tapi cara terbaik merasakan  cinta  adalah dinikmati bukan disesali. Dan perasaan yang paling nikmat itu  adalah  jatuh cinta pada seseorang yang tidak mungkin untuk dimiliki. Kalau ada olah raga yang  paling menantang, maka ujian hati paling menantang adalah jatuh cinta pada seseorang yang tidak dapat atau  tidak pernah terpikirkan untuk mendapatkannya apalagi ingin memilikinya.

Kalaupun ada pepatah mengatakan "Cinta itu Pasti Memiliki" cinta tidak selalu berakhir dengan MEMILIKI. Tidak  selalu menghasilkan gabungan dua orang, perpaduan dua nyawa menjadi satu. Terkadang, malah  menghasilkan "keterikatan" namun harus terpisah. Seseorang yang  engkau  cintai dengan segenap  jiwa dan  raga namun  tidak mungkin untuk bersama orang itu.

Beberapa orang tidak dapat dan tidak akan pernah berakhir bersama, walaupun  mereka saling mencintai. Ini adalah kebenaran yang menyedihkan, tapi tetap merupakan kebenaran. Faktanya adalah, cinta saja tidak cukup. Semua dongeng, semua cerita film tentang cinta itu tidak benar. Cinta tidak pernah cukup, karena cinta tidak rasional.


Karena kita  benar-benar tidak punya pilihan lain. Kita  hanya berharap menemukan orang lain untuk dicintai. Sehingga  bisa saling memikirkan satu sama lain bahwa dia  telah bahagia. Dan semoga  tidak lagi  khawatir tentang  kebahagiaannya. Apabila dirimu mampu, yang dapat kamu lakukan adalah menunggu dengan harapan bahwa cinta baru bisa menggantikannya. Tapi itu tidak berarti kita akan pernah berhenti saling mencintai.

Beberapa orang akan saling mencintai sampai hari kematian, tapi  menghabiskan sebagian besar hidup mereka secara  terpisah.

Begitulah kita...

 

Sebelas tahun lalu saya menikah dengan seorang yang paling saya kasihi, yang kepadanya saya mampu menyerahkan kebebasan saya, dan segala keegoisan saya. Yang kepadanya saya merasa akan mampu mengarungi segala bentuk gelombang kehidupan ini. Tetapi seiring perjalanan kita tak pernah tau apa yang terjadi bukan...

Semua orang tidak menginginkan perpisahan. Tetapi apalah daya...perpisahan bisa terjadi pada siapa saja. Antara maut yang memisahkan atau rasa yang tidak lagi sama. Tuntutan untuk melepaskan seseorang dari kehidupan, entah karena ketidakcocokan atau lingkungan yang mengkhianati, bisa dialamai oleh siapa saja. Termasuk saya.

Menangis dan berduka adalah bentuk kewajaran, tetapi ada keluarga dan sahabat yang selalu memberi support. Memberiku ruang untuk menangis, dan dalam waktu bersamaan mengingatkanku untuk tidak larut terlalu lama didalamnya. Hanya mereka yang saya beritahu ketika saya butuh pergi menghilang.

Saya berterimakasih kepada semua keluarga dan sahabat yang selalu menemani dan selalu ada ditengah kesibukan mereka. Saya berterima kasih untuk keluarga dan sahabat yang layar henponnya sering saya jadikan tempat sampah dari sumpah serapah ketika saya dalam amarah. Terima kasih untuk sekedar mendengar dan membaca teksting saya. Terima kasih untuk sekedar bertanya bahwa saya baik-baik saja. Kalian semua seperti bahan bakar yang saya temukan ditengah hutan, ketika kendaraan yang saya bawa kehabisan bensinnya.

Alasan mengapa  perpisahan itu begitu menyedihkan adalah, pengalaman itu membuat saya sering mempertanyakan diri sendiri. Dimana letak kesalahan saya? Akhirnya kepribadian mempengaruhi bagaimana merespon perpisahan itu. Tidak mudah memang untuk mengampuni orang yang sudah menyakiti perasaan. Akan tetapi ketahuilah bahwa kualitas kepribadian seseorang akan semakin teruji bila mampu untuk mengampuni kesalahan orang lain, dan mau berdoa untuk kebaikan orang yang telah menyakitinya. Terima kasih Tuhan, Engkau yang mengajariku cara untuk mengampuni.

Tuhan adalah pengatur waktu paling jawara. Saya percaya disaat yang tepat rasa nyeri ini akan hilang dengan sendirinya...

 

 

 

Akhir pekan ini, saya memulai sebuah petualangan baru. Salah satu yang  mengubah saya jauh melampaui zona kenyamanan selama ini. Saya  merekam perjalanan  ini, sebagian untuk diri saya  agar melihat perubahan  hari demi hari, atau mungkin suatu saat berguna untuk orang lain.

Awal - mula persahabatan saya dengan Yoga...

Kembali pada tahun 2011, pekerjaan saya pindah ke daerah Kuningan dan mulai mendaftarkan diri disalah satu tempat Gym dekat kantor. Selama lima tahun lebih saya mengikuti kelas yoga, rpm, body combat, body pump, body balance. Tapi yoga menjadi kelas favorite yang selalu kutungggu-tunggu. Dari sana, selama beberapa tahun kedepannya, saya jatuh cinta dengan yoga... membuat keputusan untuk mengubah hidup saya dengan sikap yang lebih positif dan pendekatan untuk hidup sehat. Dari sana, saya ketagihan.

Mengapa Yoga Teacher Training? Saya sudah berpikir 3 tahun lalu tentang (YTT) akhirnya dengan kebaikan Tuhan, support dari keluarga yang mengijinkan saya untuk belajar, teman-teman yang selalu memotivasi, saya menyelesaikan (YTT). Saya mengakui,  belum sempurna untuk disebut guru yoga. Saya belum mampu head stand dengan sempurna tanpa bantuan. NAMUN, bagian rasional otak saya tahu bahwa pelatihan guru yoga bukan tentang hal pose yang sempurna seperti versi instagram. Ini tentang berbagi cinta dan gairah untuk berlatih yoga dengan orang lain. Pelatihan guru Yoga tampak seperti langkah alami dalam menggabungkan beberapa gairah hidup saya. Menjaga keseimbangan hidup, menghargai apa yang ada disekitar kita. Hidup berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Berharap saya bisa membawa pelajaran dari pelatihan guru yoga (YTT), dan akhirnya mengajar dalam kelas yoga. Melalui pelatihan guru yoga, saya mampu memperdalam praktek, belajar lebih banyak tentang sejarah dan filosofi yoga dan akhirnya menjadi cukup percaya diri untuk mengajar dan membantu orang lain menemukan diri mereka dan semangat mereka melalui yoga.

Saya benar-benar bersemangat untuk menjadi murid lagi pada saat pelatihan (YTT). Saya menikmati ketika proses  pengajaran dari  Master Slamet. Sahabat-sahabat baru yang saling mendukung. Thank you mates ( Bu Harry, Axel, Sheeta, Eka, Vita, Donna, Sean, Adit, Chandra, Ferry). Master mengajari kami dengan penuh kesabaran dalam kelasnya, dan penuh gairah mendiskusikan silabus (YTT). Membawa jurnal dan berpikir tentang pekerjaan rumah setiap malam... Saya gugup ketika ujian final dan test praktek mengajar, bahwa pelatihan guru yoga (YTT) akhirnya membuat saya sangat emosional.

Kami berbagi cerita  latar belakang masing-masing dari kami  akhirnya mengambil kelas (YTT) . Dan bagaimana berlaku untuk menjadi guru yoga...Banyak yang saya pelajari dalam pelatihan ini. Yang paling utama adalah Yamas dan Niyamas.

The five yamas, self-regulating behaviors involving our interactions with other people and the world at large, include:

 

  • Ahimsa: nonviolence
  • Satya: truthfulness
  • Asteya: non-stealing
  • Brahmacharya: non-excess (often interpreted as celibacy)
  • Aparigraha: non-possessiveness, non-greed.

 

The five niyamas, personal practices that relate to our inner world, include:

 

  • Saucha: purity
  • Santosha: contentment
  • Tapas: self-discipline, training your senses
  • Svadhyaya: self-study, inner exploration
  • Ishvara Pranidhana: surrender (to God)

Setelah diskusi tentang aturan etika yoga, kami juga mempelajari tentang anatomi. Juga berdiskusi mengenai sistem Chakra. Dan kegiatan  yang berhubungan dengan Chakra.

Chakra berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti roda (berputar). Chakra adalah suatu titik pembangkit energi Metafisika Spiritual dan energi. Metafisika 4 Unsur Alam Semesta yang ada pada organ tubuh. Chakra yang ada di tubuh manusia berbentuk seperti roda berputar dan seperti bunga teratai yang berkembang. Ada tujuh chakra utama yang ada di tubuh manusia, yaitu:

1. Chakra Mooladhara (chakra Kundalini atau chakra Dasar)

2. Chakra Svadhistana (chakra Sex atau chakra Alat Kelamin)

3. Chakra Manipura (chakra Pusar )

4. Chakra Anahata (chakra Jantung)

5. Chakra Visudhi (chakra Tenggorokan)

6. Chakra Ajna (chakra Mata Ketiga atau chakra Spiritual pada Jasad)

7. Chakra Sahasrara (chakra Mahkota atau Pintu Gerbang Energi Spiritual)

Saya  bersyukur menyelesaikannya (YTT), saya tahu  masih ada  perjalanan panjang didepan sana. Yoga adalah tentang kemajuan bertahap, bukan kesempurnaan. Dan siap untuk menerima kritik dan masukan untuk terus memperbaiki diri dan praktek. Saya tidak sabar untuk mempelajari lebih lanjut tentang yoga, dan menggali lebih dalam lagi potensi diri saya sendiri. Juga  berbagi cinta dan gairah yoga dengan orang lain melalui pengajaran!

Biarkan perjalanan dimulai...

 

 

 

Terkadang, mood atau  perasaan seorang ibu bergejolak seiring dengan kesibukan. Perasaan senang, bahagia, sedih, jengkel, marah, stress, semua datang silih berganti dari waktu ke waktu. Belum lagi pash periode senggol bacok (PMS). Kesibukan akan berlipat ganda bagi seorang Working Mom. Stres dengan pekerjaan di kantor, ditambah dengan rutinitas macetnya Jakarta yang makin hari makin tidak berprikemanusiaan, kadang  membuat perasaan semakin tidak menentu.

Sadarilah bahwa tugas seorang ibu adalah tugas yang sangat mulia. Mood seorang ibu biasanya berpengaruh pada suasana keluarga. Perasaan gembira dan energik yang dimiliki seorang ibu yang bahagia akan menular kepada anak-anaknya. Berpikirlah positif terhadap setiap masalah yang datang, dan gunakan logika serta intuisi yang tepat untuk menyelesaikannya dengan baik. Menjadi seorang drama queen memang bukan keinginan tiap perempuan. Tapi, secara tidak sadar cara kita menanggapi tiap permasalahan akan menentukan apakah kita seorang drama queen atau bukan. Berpikir realistis dibandingkan mengedepankan perasaan. Hobi yoga yang saya mulai lakukan beberapa tahun belakangan ini cukup membantu saya untuk bersikap lebih tenang ketika menghadapi periode swinging mood. Karena berpikir positif dan realistis akan mengurangi perselisihan serta menciptakan suasana yang lebih baik.

Sesibuk apapun, luangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri, melakukan hal yang kita suka. Menyelam adalah pilihan saya, minimal meluangkan waktu satu kali dalam sebulan. Itulah bentuk "me time" saya... Kenikmatan indahnya surga bawah laut menumbuhkan semangat baru, yang menambah energi untuk mensupport keluarga. Empat  kali weekend dalam sebulan tentunya bisa kita gunakan sebaik-baiknya.

Cukup sudah, hentikan, jangan lagi merasa bersalah para Working Mother di seluruh dunia... Enjoy your life, always do the best, di rumah ataupun di kantor. Bukan hanya karena Working Mom atau Ibu Rumah Tangga. Semua itu sama-sama baiknya, jika dijalani dengan baik pula. Karena anak-anak harus dibesarkan oleh ibu yang bahagia menjalankan perannya. Seberapa banyakpun peran yang harus dijalaninya. Karena anak-anak harus dididik oleh ibu yang bangga dengan pilihan hidupnya. Agar kebahagiaan dan kebanggaan itu juga dirasakan dan terpancar dari anak-anaknya. Saya berbahagia menjadi seorang Working Mom, dan saya mendidik kedua anak perempuan saya menjadi perempuan yang mandiri sejak dini. Walaupun keputusan ketika mereka dewasa ditangan mereka sendiri. Saya berusaha agar mereka bangga memiliki saya. Apa dan bagaimanapun itu... Bahagia, atas segala hal yang sudah diberikan dan dilakukan oleh ibunya. Kita hanya bisa memberi apa yang kita punya kan? Jadi kalau pengen anak-anaknya bahagia dan bangga, ya seorang ibu harus punya Ibu yang berbahagia. Apapun pilihan hidupmu jalanilah dengan sebaik-baiknya.

Cause Happy Mom creates a happy child. Don't lose your self in your identity as a mother. You were a woman before you met your husband. You were a woman before you had your children. Don't lose sight of who that person is. Spend as much time with your children as you can, but don't feel bad if you're spending time at work. Enjoy that time that you spend contributing to society. When you're at home, be present with your child. It's quality over quantity, always...HAPPY MOTHERS DAY!!!