Terkadang, mood atau  perasaan seorang ibu bergejolak seiring dengan kesibukan. Perasaan senang, bahagia, sedih, jengkel, marah, stress, semua datang silih berganti dari waktu ke waktu. Belum lagi pash periode senggol bacok (PMS). Kesibukan akan berlipat ganda bagi seorang Working Mom. Stres dengan pekerjaan di kantor, ditambah dengan rutinitas macetnya Jakarta yang makin hari makin tidak berprikemanusiaan, kadang  membuat perasaan semakin tidak menentu.

Sadarilah bahwa tugas seorang ibu adalah tugas yang sangat mulia. Mood seorang ibu biasanya berpengaruh pada suasana keluarga. Perasaan gembira dan energik yang dimiliki seorang ibu yang bahagia akan menular kepada anak-anaknya. Berpikirlah positif terhadap setiap masalah yang datang, dan gunakan logika serta intuisi yang tepat untuk menyelesaikannya dengan baik. Menjadi seorang drama queen memang bukan keinginan tiap perempuan. Tapi, secara tidak sadar cara kita menanggapi tiap permasalahan akan menentukan apakah kita seorang drama queen atau bukan. Berpikir realistis dibandingkan mengedepankan perasaan. Hobi yoga yang saya mulai lakukan beberapa tahun belakangan ini cukup membantu saya untuk bersikap lebih tenang ketika menghadapi periode swinging mood. Karena berpikir positif dan realistis akan mengurangi perselisihan serta menciptakan suasana yang lebih baik.

Sesibuk apapun, luangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri, melakukan hal yang kita suka. Menyelam adalah pilihan saya, minimal meluangkan waktu satu kali dalam sebulan. Itulah bentuk "me time" saya... Kenikmatan indahnya surga bawah laut menumbuhkan semangat baru, yang menambah energi untuk mensupport keluarga. Empat  kali weekend dalam sebulan tentunya bisa kita gunakan sebaik-baiknya.

Cukup sudah, hentikan, jangan lagi merasa bersalah para Working Mother di seluruh dunia... Enjoy your life, always do the best, di rumah ataupun di kantor. Bukan hanya karena Working Mom atau Ibu Rumah Tangga. Semua itu sama-sama baiknya, jika dijalani dengan baik pula. Karena anak-anak harus dibesarkan oleh ibu yang bahagia menjalankan perannya. Seberapa banyakpun peran yang harus dijalaninya. Karena anak-anak harus dididik oleh ibu yang bangga dengan pilihan hidupnya. Agar kebahagiaan dan kebanggaan itu juga dirasakan dan terpancar dari anak-anaknya. Saya berbahagia menjadi seorang Working Mom, dan saya mendidik kedua anak perempuan saya menjadi perempuan yang mandiri sejak dini. Walaupun keputusan ketika mereka dewasa ditangan mereka sendiri. Saya berusaha agar mereka bangga memiliki saya. Apa dan bagaimanapun itu... Bahagia, atas segala hal yang sudah diberikan dan dilakukan oleh ibunya. Kita hanya bisa memberi apa yang kita punya kan? Jadi kalau pengen anak-anaknya bahagia dan bangga, ya seorang ibu harus punya Ibu yang berbahagia. Apapun pilihan hidupmu jalanilah dengan sebaik-baiknya.

Cause Happy Mom creates a happy child. Don't lose your self in your identity as a mother. You were a woman before you met your husband. You were a woman before you had your children. Don't lose sight of who that person is. Spend as much time with your children as you can, but don't feel bad if you're spending time at work. Enjoy that time that you spend contributing to society. When you're at home, be present with your child. It's quality over quantity, always...HAPPY MOTHERS DAY!!!