Perjalanan menikmati indahnya negri ini membuat saya masih memilik sikap optimis untuk masa depan Indonesia . Berawal dari perasaan seorang Ibu yang tergelitik  ketika mengajak anak-anak di desa Labuana, Sirenja, Donggala, untuk menyanyikan lagu bintang kecil, dan mereka tidak tahu sama sekali. Lalu saya lanjutkan dengan lagu pelangi pelangi, juga tidak tahu...Akhirnya saya tawarkan dengan lagu bebas yang mereka tahu saja, agar kami bisa bernayanyi bersama. Dan mereka berteriak bersama , mari bernyanyi lagu goyang dumang, kami bisa dan hapal semua !!! Seketika perasaan saya sangat sedih. Bahkan ketika saya mengajak mereka membaca tulisan saya di pasir, mereka membacanya terbata-bata. Padahal usia mereka rata rata sekitar 9 tahun.

Bukankah seharusnya semua warga negara berhak mendapat pendidikan yang sama? Apabila kita merasa sebangsa dan setanah air, sepertinya wajar kalau rasanya timbul rasa ketidakadilan  sebagai seorang Ibu. Bagi saya mereka juga anak- anak Indonesia yang berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan anak-anak saya.

Akhirnya saya bersama teman-teman di Palu memiliki kerinduan yang sama untuk membuat Rumah baca untuk anak-anak pesisir. Dan langkah pertama adalah mendirikan Rumah Baca Anak Labuana,Sirenja,Donggala. Dan beruntungnya saya kerinduan ini disambut oleh teman-teman dengan penuh energi dan semangat yang sangat optimis. Jadi saya terlalu percaya ketika seribu alasan untuk apatis, maka ada sejuta alasan untuk optimis.

Menurut Wikipedia Eksiklopedia bahwa optimisme adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan dan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal. Sikap optimis diperlukan oleh setiap orang karena dengan optimis tumbuh gairah, cita-cita, semangat kerja, karena ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Indonesia banyak masalah karena di masa dahulu setiap masalah tidak diselesaikan, tetapi menghindar dan menjauh dari masalah. Seiring dengan perjalanan waktu, timbul masalah baru, yang otomatis masalah lama tertutupi. Oleh karena masalah lama tidak diatasi atau diselesaikan, maka pada suatu saat muncul kembali masalah lama. Akibatnya Indonesia seperti benang kusut yang sulit memulai dari mana untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi. Buat saya dinegeri ini masih banyak orang besar yang tidak hanya berfikir dalam kejahatan korupsi tapi, memajukan negeri ini dari keterpurukan serta kemiskinan tanpa campur tangan korupsi. Saya mengerti bagaimana orang melihat negeri ini jikalau kepala dari negri ini saja acap kali terperangkap dalam kasus korupsi.

Tapi, percayalah masih tertinggal  banyak jiwa jiwa yang optimis untuk Indonesia. Walaupun mungkin hanya sebagian kecil dari Indonesia ini. Tapi bukankah yang kecil dapat berubah menjadi besar jika ada OPTIMIS. Mungkin membahas tentang impian itu adalah kemauan. Pikirkan apa yang akan dilakukan, buat pilihan dan terus melangkah. Yakin dapat membangun sebuah kesuksesan. Do'a dapat mengubah apa yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin untuk terjadi. Semoga kita yang mengasihi negri ini tetap memiliki energi untuk optimis.

Membaca adalah jendela dunia dan pendidikan dapat mengubah pola pikir. Inilah gerakan OPTIMIS yang dapat saya lakukan bersama teman-teman untuk Indonesia. Untuk mengubah negeri ini menjadi negeri yang keluar dari keterpurukan.

Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu Rumah Baca Untuk Anak Pesisir. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan kalian. Mari Memilih Optimis Untuk Indonesia.