Java Jazz Festival 2015 (JJF 2015), selalu menjadi pesta   musik  yang  saya tunggu.Dengan tiket (3 day pass) yang saya persiapkan jauh hari.  Saya  menikmati 3  hari  konser musik berkualitas.Jum`at semangat menghantarkan saya sampai ke lokasi.  Walau akhirnya janji untuk menonton   Andre Dinuth Solo project terlewatkan.  Maaf ya Ndre…

Saya langsung ke  D2 MAIN STAGE .   Mengingat tak ingin melewatkan Glenn Fredly . Bersama , Bams, Marcell dan Sandhy Sondoro mereka berhasil membuat para penonton bergoyang. Mereka menghibur penonton dengan gaya masing masing. Sangat memukau dan pastinya saya tetap merasa kurang untuk menikmati aksi Glenn Fredly  . Ya… memang Glenn selalu dihati  dan pastinya  tak akan pernah merasa cukup mendengarnya bernyanyi.

Lalu tanpa sengaja ketika perut saya kelaparan saya mendengar kolaborasi musik yang sangat indah di panggung BIG  TV.  Ternyata Bintang Indrianto Trio ++.   Gitaris Denny Chasmala dan drummer Iqball .  Jadi tanda  ++  sesuai tambahan personil di panggung. Bagaimana  mereka mempersembahkan suara suling,  gitar,  drum  dan perkusi tradisional menjadi harmony yang sangat indah.  Saya selalu kagum dengan para seniman yang dapat menggabungkan alat musik tradisional  Indonesia dengan alat  musik modern.

Setelah itu saya menyempatkan diri  ke panggung  Dian Pramana Putra di  D1 SIMPATI HALL. Sepertinya saya kurang menikmati karena hanya beberapa lagu yang saya tahu. Itupun pastinya ya lagu legenda saja. Gep terlalu jauh jadilah  lintas generasi. Hahahahaha…

Satu yang tak pernah  akan saya lewatkan adalah aksi solo gitaris Dewa Budjana. Dia banyak membawakan album barunya. Penonton dibuat tenggelam dengan permainan  gitar khas  Dewa Budjana secara instrumental. Sempurna dengan ‘Joged Kayangan’, ‘Jaya Prana’ dan ‘Lamboya’ dan tampil dengan diiringi saksofon Ricad Hutapea.

Selanjutnya saya langsung ke  A3 BNI menanti aksi panggung Sheila on 7.   ” Band Generasi gw bgt” . Sepertinya Sheila on 7 menjadi  perwakilan  dari band yang  bukan bergenre  jazz.  Masuknya Sheila on 7 ke panggung Java Jazz tidak sendirian  tetapi ditemani  Ron King Horn Section.  Ada di beberapa lagu dimana Duta sang vokal sempat tidak  mix dengan  iringan Ron King.  Tapi secara keseluruhan aksi panggung Sheila on  7 cukup memuaskan keinginan para pengagumnya. Penampilan Sheila on 7 menjadi penutup hari pertama Java Jazz Festival 2015  hari pertama.

 Hari ke dua JJF 2015  ingin saya awali dengan aksi Lisa Ono. Tetapi  Lisa Ono terlalu sore  dan saya  masih lelah.  Juga  menunggu  kabar dari seseorang yang tak mau berkabar…Hey kamoohhh apa kabar ? Hahaha…Berharap tidak membawa kendaraan sendiri ke lokasi. Tapi apa daya harus saya niatkan untuk   pergi sendiri. Semoga energi saya cukup besar untuk  sabar dengan urusan macet dan  susah parkir.Di lokasi JJF 2015  saya sudah ditunggu oleh sahabat saya yang ngefans berat sama Tulus.  Malam ini bisa saya sebut fenomenal Tulus.  Antrian menggila dan sudah tidak diperbolehkan masuk.  Jujur kalau bukan karena sang sahabat . Saya sudah menyerah  untuk tetap bertahan dalam antrian. Tapi karena saya tahu dia fans berat  Tulus.  Kami berjuang untuk bisa masuk bersama.

Dengan segala cara meminta bantuan crew kameramen  kamipun bisa masuk. Dan untunglah di posisi yang cukup nyaman.Masih bisa bergerak untuk sedikit bergoyang dan melihat senyum Tulus menyanyikan  Jatuh Cinta, Gajah, Teman Hidup, Sepatu dan Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Saya senang  meliat wajah sahabat saya yang sumringah setelah semua lagu kesukaannya dinyanyikan. Selanjutnya kami ke D2 MAIN STAGE menantikan aksi panggung Chaka Khan feat Incognito. Lagi lagi kami beruntung dibelakang panggung tempat “lightingman”  beraksi.Kami bisa slapslip dan mendapat posisi wenak   tanpa ada halangan. Secara utuh bisa melihat aksi panggung yang memukau dengan  duduk  manis dan berdiri ketika perlu bergoyang. Still a Friend of Mine kami nyanyikan dengan berpegangan tangan. Mesranya kami berdua , hahaha… Dan moment yang paling seru ketika Chaka Khan mengajak menyanyikan Tell Me Something Good. Paduan Chaka Khan dan Incognito malam itu sempurna.Ketika perjalanan  pulang kami masih sempat melihat Kahitna beraksi. Lumayanlah masih bisa menyanyikan dua lagu  dan di panggil “cantik “.

Hari ketiga saya menyempatkan diri  hanya sebentar menikmati JJF 2015. Melihat aksi  panggung Maruli Tampubolon yang cukup mengambil perhatian.  Tanpa harus menyebutkan nama mereka satu persatu. Sepertinya cukup banyak aksi pria batak di JJF tahun ini.Walau sudah memegang tiket Jessie J, saya tidak berniat sampai larut malam di hari ke 3 ini. Mungkin karena sendirian dan sudah lelah , dan besok hari harus bekerja.

Terima kasih untuk Java Jazz Festival 2015. Sampai bertemu di Java Jazz tahun depan.

 

Ever get annoyed when the questions you have in life only lead to more and more questions. Obviously life is a progression, and your life mysteries are not easily solvable. But wouldn’t it be nice to figure out just a couple things and be just a little bit wiser.

I wish…