Terletak disebelah tenggara Bali, Nusa Penida adalah destinasi yang berada dalam wish  list dive trip saya  selama ini. Keinginan untuk bertemu mola-mola (sunfish), dan manta ray. Juga merasakan sensasi drift diving. Meskipun air cenderung lebih  dingin dibandingkan perairan di Indonesia lainnya, tapi Nusa Penida adalah spot yang menarik untuk bertemu  dengan pelagis besar. Dengan lebih dari 20 situs menyelam yang berbeda di sekitar pulau, semua menawarkan kesempatan untuk melihat kehidupan laut yang indah, termasuk mola-mola (sunfish) penyu, manta ray, ikan karang, dll.

Dive center adalah media kita untuk menikmati dunia bawah laut. Pilihlah dive center yang cukup berpengalaman. Saya menggunakan  Nusa Penida Water Sport Dive Center di Toyapakeh, atas rekomendasi senior diver di komunitas yang saya ikuti. Bagi saya penting  juga memilih buddy yang tepat untuk nge dirft, hahaha...Untuk spot yang terlalu banyak cerita berarus memang saya sangat memilih buddy. Minimal mengetahui karakter penyelaman saya. Kadang tiba-tiba terlalu bersemangat dibawah air ketika bertemu dengan spesies yang saya kagumi, kadang tiba-tiba jadi tak bersemangat ketika visib tidak sesuai ekspektasi.

Semakin sempurna rasanya dive trip ini disupport oleh  kapten kapal   yang handal dalam bidangnya, mampu menganalisa kondisi pasang surut gelombang.  Karena perairan di sekitar Nusa Penida dan Nusa Lembongan berhubungan langsung dengan Samudera Hindia. Jadi gelombang di sini sudah dipastikan tinggi. Beruntung saya mendapatkan kapten yang tak perlu diragukan lagi keahliannya dalam membaca arus dilaut Nusa Penida. Selain gelombang yang tinggi, saat menuju spot diving ini kita akan disuguhkan pemandangan tebing-tebing karang yang sangat indah mengelilingi Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Menikmati laguna-laguna kecil ataupun pantai-pantai pasir putih sepanjang perjalanan menggunakan boat   menuju dive spot.

Kondisi pasang surut juga mempengaruhi kemunculan manta. Aktivitas manta terbanyak saat air pasang, karena pada saat ini banyak plankton yang terangkat ke atas permukaan. Bisa di bilang saat ini adalah feeding time bagi mereka. Jam-jam kemunculannya pun kebanyakan sekitar jam 9 -11pagi, tergantung dengan kondisi pasang. Beruntung saya bertemu dengan beberapa manta yang sangat  besar, terbang megah mengelilingi saya.

Saya menyelam  di spot  SD dan Sental, selain di spot manta. Koral cantik nan asri, spons laut besar, ikan- ikan karang berlimpah, dirangkum dalam drift dive menjadikan diving tak terasa sudah lebih dari 40 menit. Drift dive di Sental juga benar- benar mengasyikkan.  Sensasi diving dengan kondisi ini sangat memacu adrenalin. Karena kita akan merasakan sensasi terbang melayang di dalam air dan tidak butuh banyak tenaga untuk kicking. Merasa seperti superman terbang, tetapi dibawah air. Jadi hemat energi dan kita bisa puas menyisir spot dive dengan sensasi yang super seru.

Yang menyenangkannya lagi  berada di Nusa Penida selama 3 hari 2  malam,  banyak kesempatan untuk land tour ke tempat tempat yang sangat menarik:

  • Kelingking / Cliff Manta Point
  • Pasih Uug / Broken Beach
  • Angels Billabong
  • Crystal Bay Beach

Suatu saat, saya pasti kembali  ke Nusa Penida. Disana anting pemberian Emak tercinta  hilang, mungkin saya harus mencarinya... Dan sepasang butis yang tertinggal, menunggu digunakan kembali untuk menyelam di crystal bay. Sempurna rasanya berlibur di Nusa Penida karena kekayaan  underwaternya  masih sangat sehat. Bukit-bukit  yang indah menjulang ditengah laut biru. Dan  dua hobi tercinta, diving dan hiking bisa terpuaskan.

And my mission accomplished, my first buddy back to the sea !!!  yeahhh...