Paralayang (bahasa Inggris: paragliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Ini adalah pengalaman paragliding saya yang keduakalinya. Saya melakukannya hari ini untuk merayakan ulang tahun saudara dan sekaligus sahabat saya. Ingin rasanya memberi hadiah yang tak terlupakan diusianya yang bertambah. Pagi pagi sekali saya menjemputnya dan langsung berangkat menuju Puncak. Semua mengenai pembayaran dan admisnistrasi sudah saya lakukan sebelumnya. Sampai di lokasi take off pukul 7 pagi. Kami menunggu arahan dari instruktur. Senangnya info dari sang instruktur  angin hari ini sangat bersahabat untuk dilakukan penerbangan. Sebelum terbang, pertama-tama pastinya menandatangani terms & conditions. Selanjunya menunggu antrian. Alat pengaman dipasangkan dan juga sebuah ransel besar. Alat pengaman ini dikaitkan kekostumnya si instruktur. Begitu parasut dibentangkan, kita akan diminta lari bersama instruktur menuju ujung landasan. Memang terlihat menakutkan karena di ujung landasan tidak lagi ada apa-apa selain pepohonan yang kelihatan mini banget karena jaraknya jauh di bawah. Tapi jangan khawatir, waktu berlari pelan-pelan badan kita akan terangkat dengan sendirinya, dan sedetik kemudian sudah terbang! Woooh! You are literally on top of the world! And Flying like a bird.

Melihat langit diatas dengan jarak dekat, pemandangan di kiri-kanan yang sangat indah. Dibawah sana terhampar hijau kebun teh Puncak seperti permadani, jalan raya Puncak yang berkelok seperti anak sungai. Kendaraan roda empat tampak mungil seperti mainan. Di kejauhan tampak kota Bogor.  Udara dingin diatas ketinggian menerpa wajah saya, segar rasanya. Yang terdengar hanya desiran angin. Sangat damai... Rasa sensasi ini sama seperti ketika diving dikedalaman laut, cuma beda pemandangan saja. Terpuaskan sudah rasanya  sensasi seperti  burung. Sejujurnya terasa begitu singkat, alias  kurang lama, singkat sekali rasanya. Hemm ...one day ingin rasanya mencoba  sky diving tandem, terjun dari atas pesawat. Berani gaa, yaaa ??? saya pulangnya langsung browsing, sky diving di Jakarta. Ada di Lapangan terbang Pondok Cabe. Jenis  olahraga yang sungguh lebih menantang. Untuk tahap mencoba sekitar 2.5 - 3 juta. Dan persiapan mental sebesar-besarnya. Yukhhhh  kapan kita coba...

 

 

 

 

 

 

Cukang Taneuh atau Green Canyon (Ngarai Hijau) adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang. Untuk mencapai tempat ini, kita harus menyewa sebuah perahu kayuh dari dermaga Ciseureuh. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km untuk sampai ke Green Canyon. Harga sampannya sekitar Rp.75.000 untuk maksimal 5 orang dan beroperasi setiap hari mulai dari pukul 7.30 sampai 16.00 WIB. Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras. *sumber wikipedia

Aliran sungai di Green Canyon diapit oleh dua bukit yang terdiri atas bebatuan dan pohon-pohon hijau. Suasana alami hutan akan sangat terasa ketika anda menjejakkan kaki di tempat ini. Air sungai yang begitu jernih memberikan kesan segar, membuat Anda pasti tak akan sabar untuk sekedar merasakan kesejukannya. Body Rafting adalah salah satu hal yang menarik dari Green Canyon. Body rafting menjadi olah raga air yang sangat menantang sekaligus menegangkan. Anda akan diajak untuk menyusuri sungai sekitar 3 sampai 4 jam dengan berbagai medan, mulai dari medan dengan arus tenang, medan dengan arus sedang, sampai yang paling menegangkan dan ekstrim ke aliran jeram setan. Tadinya saya ragu untuk melompat dari ketinggian batu 6-8 meter tetapi sorak sorai teman teman membuat saya semangat. Kapan lagi melakukan atraksi adrenalin seperti ini. Akhirnya saya mencoba semua kesempatan untuk melompat. Memang sangat seru.  Anda akan melewati wilayah dengan dinding yang menyerupai gua. Di bagian atas tampak stalagtit-stalagtit cantik dengan tetesan air tanah. Kemudian Anda akan tiba ditempat di mana terdapat air terjun kecil-kecil yang mempesona di sisi kiri kanan. Anda bisa terus berenang hingga ujung jalan dan menemukan gua dengan banyak kelelawar didalamnya. Anda yang suka dengan olahraga adrenalin, pasti sangat menikmati tempat ini. Sungguh sangat segar dan menyenangkan. Menurut saya total perjalanan 9-10 jam perjalanan dari Jakarta terbayar dengan pengalaman adrenalin yang saya dapatkan. Sungguh Indonesia memang surga yang selalu membuat saya terpesona.

Saya sarankan, jika anda ingin berkunjung dan berwisata ke Green Canyon Pangandaran, anda sebaiknya datang pada musim kemarau saja. Ketika musim kemarau, air yang ada di sungai ini sangatlah jernih dibantu dengan sinar matahari akan menghasilkan warna hijau tosca yang cantik. Sementara itu, jika anda berkunjung ke Green Canyon Pangandaran pada musim penghujan, anda akan mendapati arus sungai yang agak deras dan warna air sungai yang agak keruh.

 

 

 


 

 

Setelah menikmati rock and roll bersama Bon Jovi  malam hari  sebelumnya. Saya merencanakan rock and roll dikedalaman laut tercinta bersama teman teman dari Gelembung Samudera Dive Center. Rencana saya sebelumnya adalah ke Krakatau. Tetapi karena kondisi disana sedang tidak nyaman untuk menyelam akhirnya dengan tetap berharap akan mendapat pengalaman yang seru bersama teman teman yang juga super seru. Pagi jam 7 kami sudah sampai di dermaga 17. Hari pertama melakukan 2 kali penyelaman disekitar jety. Dan yang ke 3 adalah  night dive. Karena penyelaman ke 2 kaki saya dicium bulu babi saya melewatkan kesempatan untuk night dive. Saya memilih istirahat sehingga besok pagi sehat dan menikmati sunrise dive.

Hari ke 2, tepat jam 7 pagi kami langsung meluncur ke arah Timur Pulau Pramuka. Ini adalah kali ke 3  saya menyelam di Tabularasa, tetapi sebelumnya gagal. Kendala cuaca dan arus sering menjadi kendala untuk sampai ke titik penyelaman ini. Tak lama, sekitar 20 menit kami tiba di titik selam pertama, ship wreck Tabularasa. Titik ini diberi nama demikian, karena sesuai dengan nama kapal yang tenggelam di sini, K.M. Tabularasa. Kondisi wreck masih dalam keadaan utuh sehingga inilah yang menjadi keindahan tersendiri apabila menyelam di sebuah dive spot berupa wreck. Komponen kapal masih dapat terlihat  dan kokoh di dalam laut. Haluan kapal berada dekat dengan karang dan bagian buritan menjauh dari karang di kedalaman 30 m lebih. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika melihat wreck tersebut penuh dengan ikan dan menjadi rumah untuk ribuan ikan besar dan kecil. Tak terhitung jumlah ikan-ikan kecil berbagai jenis penghuni kapal ini. Seperti sebuah pasar ikan di dalam laut. Ramai dan cantik. Tidak dipungkiri jika KM Tabula Rasa akhirnya berfungsi sebagai karang buatan (artificial reef) dan tempat hidup dan berlindung bagi ikan dan makhluk laut lainnya di kepulauan Seribu tepatnya pulau Pramuka. Perasaan senang menyelimuti saya karena akhirnya menemukan wreck K.M Tabularasa.

Meski sering diremehkan bila dibandingkan dengan dive spot yang lain, ternyata Kepulauan Seribu masih memiliki senjata rahasia. Jika biasanya menyelam di Kepulauan Seribu identik dengan jarak pandang pendek, pada musim-musim tertentu bisa saja air begitu jernih dan jarak pandang cukup jauh. Katanya  Dive itu tergantung  "with" nya, kadang memang benar juga. And today i'm dive with good instruktur and good buddies.

 

 

 

 

Sampai di  Yogjakarta sudah larut malam, yang dapat saya  lakukan hanya beristirahat setelah mengikuti serangkaian aktivitas yang cukup melelahkan. Rencananya saya hanya ingin  keliling kota Yogyakarta menanti flight jam 7 malam. Sampai akhirnya terlibat perbincangan  dengan salah satu staff hotel. Saya menanyakan tempat spa yang rekomen untuk dicoba, karena badan rasanya sudah sangat lelah. Mendapatkan spa ala putri keraton pastinya sangat menyenangkan. Tetapi mengetahui waktu saya yang sangat singkat malahan beliau  menawarkan ke candi Prambanan dan Ratu Boko. Saya yang pecinta candi langsung menyambut idenya. Mbak yang manis dan ayu ini bersedia menemani saya bersama  motornya setelah jam kerja selesai. Sambil saya   menunggu bertemu dengan teman yang memang tinggal di Yogyakarta.

Tidak terlalu lama diperjalanan akhirnya kami sampai di komplek candi. Jika anda melihat sejarah, maka Indonesia atau nusantara ini merupakan sebuah wilayah yang dipersatukan atas berbagai suku dan kerajaan yang sebelumnya berdiri terpisah. Oleh karena itu banyak sekali situs-situs peninggalan yang sangat menarik jika kita kunjungi dan eksplorasi. Berbicara mengenai situs kerajaan zaman dahulu mungkin kita mengenal adanya candi atau bangunan yang terbuat dari batu, biasanya digunakan untuk ritual-ritual keagamaan dari umat Hindu atau Budha. Situs candi ini banyak sekali tersebar di Indonesia, hal itu sangat wajar mengingat mayoritas kerajaan yang berdiri pada zaman dahulu di bumi Nusantara ini adalah pemeluk agama Hindu dan Budha yang sangat kental, meskipun masih kuat terpengaruh budaya lokal animisme.

Candi Ratu Boko adalah salah satu bukti sejarah tersebut. Ratu Boko yang terletak terletak di pinggir kota Yogyakarta yang tidak jauh dari Candi Prambanan. Bahkan terdapat tiket terusan dan shuttle khusus dari Candi Prambanan menuju Candi Ratu Boko.Luas Candi Ratu Boko sekitar 25 Hektar. Istana Ratu Boko ini pada zaman dahulu merupakan bangunan yang megah yang dibangun semasa pemerintahan Rakai Panangkaran yang merupakan salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana Ratu Boko ini semula bernama Abhayagiri Vihara yang artinya biara di tenggah bukit penuh dengan kedamaian. Istana ini didirikan sebagai tempat untuk menenangkan diri dan fokus kepada kehidupan yang lebih abadi. Saat berada dalam Istana ini anda akan merasakan suasana yang lebih tenang dan damai dan bisa memandang Yogyakarta dan Candi Prambanan.

Istana Ratu Boko terbagi menjadi 4 bagian yaitu :

Bagian Tengah : merupakan bangunan gapura utama, candi pembakaran, lapangan, kolam, batu berumpak dan paseban.

Bagian Tenggara : meliputi pendopo, balai-balai, 3 candi, kolam dan komplek keputren.

Bagian Timur : komplek gua, stupa Budha dan kolam.

Bagian Barat : terdiri dari perbukitan. Ketika pengunjung memasuki kompleks candi dari pintu utama, maka kita akan melihat banyak sekali reruntuhan candi candi kecil dibagian luar kompleks candi utama.

Selanjutnya saya menggunakan shuttle bus yang disediakan oleh pengelola ke Candi Prambanan. Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.  Candi yang juga terkenal dengan sebutan Candi Rara Jonggrang ini dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Wangsa Sanjaya. Ketiga candi utama adalah candi Brahma, candi Siwa dan candi Wishnu, dan didepan candi utama terdapat candi candi lain. Candi Siwa adalah candi yang terbesar diantara semua candi yang ada dikompleks candi ini karena konon, dewa Siwa-lah yang paling dimuliakan oleh umat Hindu pada masa itu. Menurut legenda turun temurun dalam masyarakat Jawa Tengah, Candi Prambanan didirikan oleh Bandung Bondowoso demi mendapatkan Rara Jonggrang yang adalah putri cantik dari raja Kerajaan Prambanan yang telah dijajah oleh Bandung Bondowoso. Jika Rara Jonggrang menolak lamaran Bandung Bondowoso, maka Kerajaan Prambanan akan semakin menderita, sedangkan Rara Jonggrang tidak menyukai Bandung Bondowoso. Singkat cerita, Rara Jonggrang memberitahu bahwa ia bersedia menjadi istri Bandung Bondowoso dengan satu syarat, yaitu Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi dan berupaya membangung seribu candi dengan bantuan jin. Malam itu juga, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan seribu candi permintaan Rara Jonggrang. Rara Jonggrang ketakutan karena melihat permintaannya bisa dipenuhi Bandung Bondowoso. Hingga akhirnya dengan bantuan para dayang, Rara Jonggrang membakar jerami di sisi timur dan menumbuk padi sehingga menciptakan suasana menjelang pagi. Karena melihat hari menjelang pagi, para jin ketakutan dan lari meninggalkan pekerjaan membuat seribu candi. Keesokan paginya, Rara Jonggrang bersama Bandung Bondowoso menghitung jumlah candi yang telah berhasil dibuat. Ternyata tidak mencapai seribu candi, melainkan hanya ada 999 candi yang berhasil dibuat oleh Bandung Bondowoso dengan pasukan jin. Karena gagal memenuhi persyaratan dari Rara Jonggrang dan akhirnya dia tahu bahwa kegagalannya karena kecurangan Rara Jonggrang, maka Bandung Bondowoso mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca batu terindah untuk melengkapi menjadi seribu candi. Akhirnya Rara Jonggrang menjadi arca Durga Mahisashuramardini yang terdapat di ruang utara dari candi utama di Candi Prambanan. Itu sebabnya Candi Prambanan sering juga disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Candi Rara Jonggrang.

Melihat Candi Prambanan disiang hari memang menyenangkan, saya berharap punya lebih banyak waktu untuk melihat semua area ini. Dalam perjalanan pulang saya membayangkan memandang matahari terbenam dengan siluet candi pastilah sangat mengagumkan. Betapa hebatnya  budaya Indonesia diwaktu lampau.  Dijamannya mampu menghasilkan sebuah maha karya besar. Perpaduan seni, budaya, serta religi, menyatu dalam sebuah bentuk arsitektur,sebuah bangunan tempat tinggal, yaitu sebuah istana, yang bisa kita lihat dan nikmati sisa-sisa kemegahannya saat ini. Saya bangga menjadi bagian  bangsa yang memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa.

 

 

 

 

Indonesia dimulai dari sini.

Saya yang masa kecilnya pernah tinggal di kota Medan sudah lama sekali ingin melihat kota Aceh. Orang tua saya selalu bercerita bahwa di kota Aceh menyeramkan. Tetapi keinginan ke Aceh tetap ada dibenak saya. Tahun ini saya tetapkan untuk menchecklist tempat ini  dan melakukan dive trip.  Pada kenyatannya saya tetap mendapati keramahan dikota ini. Guide saya mengatakan bahwa penduduk Aceh memang lebih terbuka sejak dilanda tsunami. Yang tadinya memiliki kecurigaan dengan pendatang perlahan terhapus, mungkin terbawa arus  tsunami juga, hehehehe. Saya percaya Tuhan melakukan sesuatu dengan caranya untuk mendatangkan kebaikan.

Secara nasional dan internasional, Pulau Weh mulai populer sebagai salah satu dive spot yang wajib dikunjungi di Indonesia. Ditambah lagi Garuda Indonesia sudah membuka penerbangan dari Medan langsung ke Sabang.

Tiba di pelabuhan Balohan Kota Sabang, kami di jemput oleh teman Dive Master dari Rubiah Tirta Divers. Dive operator yang kami pilih untuk membawa kami kedunia bawah laut di Pulau Weh . Dari pelabuhan kami harus menempuh perjalanan dengan mobil selama kurang lebih satu jam menuju hotel  Iboh inn. Sepanjang jalan baypass pulau Sabang kami begitu takjub oleh keindahan Pulau Sabang, pemandangan pantai dikejauhan begitu mempesona kami.

Hari pertama ini kami diajak untuk menyelam disalah satu dive spot Rubiah sea garden.  Sejak penyelaman pertama itulah saya mulai jatuh cinta dengan Pulau Weh. Tidak sampai disitu saja, dua hari selanjutnya kami juga mencoba ke beberapa spot diving, dan… sungguh luar biasa! Setiap dive spot yang saya kunjungi memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak ada rasa bosan setiap kali menyelam karena banyak hal-hal baru yang saya temui disini! Dari beberapa spot diving yang saya kunjungi, masing-masing memiliki kesan tersendiri. Poin-poin yang menurut saya menarik untuk diceritakan mengenai spot diving yang saya selami di pulau weh adalah:

Batee tokong:

Beraneka ragam ikan berenang-renang mengitari saya, mulai dari ikan kecil hingga ikan besar.  Selain itu, saya menemukan banyak sekali moray eel diantara karang-karang sehat di spot ini. Ekosistem bawah laut ini sungguh masih terjaga, hal ini terlihat dari simbiosis yang terjalin antar spesiesnya.  

Canyon: 

Spot ini terbilang unik karena di sisi laut yang mendekati darat terdapat bebatuan besar yang merupkana hasil reruntuhan gunung berapi yang ada diatasnya.  Batu-batuan itupun ditumbuhi karang sehingga beraneka ragam coral fish dapat ditemukan disini.

West dan East Seulako:

P. Seulako ini sebelah utaranya Pulau Rubiah, lokasi dive berupa slope dan sand buttom composition. Kali ini arus cukup bersahabat dan diving kami bisa cukup santai. Coral dan soft coral juga sangat indah di spot ini.

Under Sea Vulcano:

Kedalamannya sekitar 10 meter saja, dan sebenarnya adalah sumber air panas dan gas sulphur yang masih aktif. Sensasi diving dimuka kawah gunung aktif memang menyenangkan. Apalagi ada ikan puffer fish yang sepertinya menggoda untuk diajak bermain selama saya melakukan penyelaman. Saya dibawakan telur oleh dive guide untuk membuktikan kepada saya, yang katannya telur bisa mateng dispot ini. Kenyataannya, buktikan sendiri sajalah ya...hehehe...